Di lapis-lapis keberkahan, jalan lurus dari ayat yang
sekurang-kurangnya 17 kali kita lafadzkan sehari "ihdinash shiraathal
mustaqiim" adalah jalan yang berkelok dan menikung, menanjak juga
melongsor, membentang pun menghimpit. Di lapis-lapis keberkahan, sungguh
jalan lurus itu curam dan terjal, deras lagi gemuruh, keras juga
runcing.
Di lapis-lapis keberkahan, kita hidup dengan tugas
mengemudi hati ini menuju Allah di jalan yg lurus. Maka pangkal
kelurusan itu adalah hati yg tak pernah berbelok dr Allah sbg sesembahan
yg haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya, dan
tenteramnya. Lurus, sebab hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya, dan
kebajikannya. Lurus, sebab hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik
harapnya, dan getar cintanya.
Dari sini, kita berharap Allah membersamai langkah kita pada jalanNya yang lurus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar