Selasa, 02 Agustus 2011

Mengenang kepergian Cinta

Apa jadinya bocah ini saat kau tinggalkan?
Pernah, dulu, di sudut kolong rumah kita yang rapuh
Kududuk menangis sejadi-jadinya hanya karena engkau tinggal pergi
baru kutahu kini arti kepergianmu
untuk menemani mereka beragama dengan baik
mengajari mereka banyak hal
tentang keislaman

Kau tahu kini aku pun di jalan itu.
Tapi apa jadinya Aku tanpa tuntunanmu?
Bahkan saat ini hanya menangis teman terbaik
mengenang kepergianmu Cinta
teramat cepat untuk bocah sepertiku kehilangan induk
Ya Allah sampaikan air mata ini padanya.

Ibu, mama, Ummi,
baru kemarin saat engkau mengajariku berdagang
kuingat tempat es biruku, saat-saat menjual gorengan
kuingat saat engkau menggandeng tanganku ke pasar
mencari jajanan yang bisa diperjualkan
Ya Allah, sampai hari ini pun masih kuingat
saat engkau menentengku ke sana-ke mari
menghadiri majelis-majelis mengbahas Al-Quran
atau keramaian Aksi partai dakwah ini
Sangat cepat engkau pergi Cinta
Allah layak memberimu tempat nyaman di JannahNya
Tak pernah sirna dari ingatan senyum tulusmu Cinta.
Sang pemberi kasih sayang tak terbatas.