Rabu, 16 Juni 2021

10 Pelajaran Pendidikan Surah Al Fatihah

 10 pelajaran pendidikan dr surah Al Fatihah



Kajian Ustadz Budi Ashari Lc
Dirangkum Oleh: Al Faqir M. Muinul Haq

Mengapa Al Fatihah?

Alfatihah adalah permulaan yg mulia

Alfatihah adalah ringkasan isi Al-Qur’an

113 surah diringkas hanya dgn satu surah berisi 7 ayat.


Jika seseorang shalat lalu membaca al baqarah smpai annas maka tdk sah shalatnya. Dan sebaliknya jika seseorang shalat dan hanya membaca Al Fatihah maka shalatnya ttp sah.


Qur’an punya dua urutan:

Tartibul nuzul: surah al alaq, qalam, muzammil, mudatsir, al fatihah, dst.

Tartibul mushaf: al fatihah, al baqarah, ali imran dst.


Siapapun muslim maka dia wajib menghafal AlFatihah, meski ia blm bs menghafal surah lain.

Kita membaca surah ini berkali lipat lebih banyak dr surah lain. Maka surah ini berulang ulang membasahi telinga kita. Mengapa Allah menghendaki demikian?


Itu artinya kita diminta Allah utk benar2 meresapi makna AlFatihah ini.


Alfatihah adalah ruhnya Al-Qur’an


Pendidikan makin ke sini makin gersang krn orientasi materil, maka ayo kembali ke kurikulum pilihan. Kembali ke Qur’an dan kita mengawalinya dengan pelajaran hebat dlm surah Al Fatihah.


1. Bismillahirrahmanirrahim

Memulai pendidikan harus dengan menyebut nama Allah.

Baik urutan mushaf ataupun urutan turun kedua ayatnya ruh nya adalah orientasi ke Allah.

Semua bisa terjadi atas izin Allah. Kita bs mendidik, mengarahkan dan mendidik anak krn Allah. Berapa bxk org yg ilmunya tinggi tp tdk bs mengajarkannya, brp bxk org yg pandai merangkai kata tp tdk bs menembus hati org. Kita bukan siapa2 maka undang Allah di setiap awal kebaikan.


2. Memulai dengan mengenal Allah

Kita diajarkan dlm ayat pertama ini utk mengenal dan memperkenalkan Allah. Baik anak kecil, maupun org dewasa yg kt perkenalkan pertama adalah Allah. Allah punya 99 nama dan Allah memilih mengenalkan ar rahman dan ar rahim pertama kali. Allah punya nama lain al qahhar, al jabbar, syadidul iqab, namun Allah memilih berkenalan dengan kasih sayang. 


Allah rabbul ‘alamin. 

Islam adalah kasih untuk seluruh alam

Islam membenahi muslimin dan non muslim


3. Alhamdulillahi rabbil alamin

Memuji Allah. Dalam segala kondisi. 

Orang bersyukur lapang hatinya. Nyaman hatinya. Maka inilah yg hrs kt ajarkan ke generasi kita. 

Kalau kalian dpt nikmat ada doanya

Kalau dpt kesulitan ada doanya. Semuanya diawali dgn alhamdulillah


4. Rabbul ‘alamin

Akar katanya tarbiyah. Bertumbuh. Pendidikan harus bertumbuh kebaikannya. Maka jika pendidikan tdk bertumbuh berarti ada yg keliru. 

Kita hrs mengambil bahan pendidikan itu dr Rabbul ‘alamin. 


5. Tarbiyatul Aqidah

Dr kata arrahmanirrahim, ma liki yaumiddin. 

Maliki - pendek : raja

Maa liki- panjang: pemilik

Maka Allah ingin memastikan bhw Allah adalah raja sekaligus pemilik.


Yaumiddin: hari pembalasan.


6. Tarbiyatul ibadah


Shalat merupakan panduan pertama dan di akhirat menjadi perhitungan pertama. 

Muru auladakum bisshalah 

‘Iyakana’ bud’

Membimbing anak didik kita untuk memulai ibadah sampai bs menikmati ibadah.


7. Tarbiyatul Akhlak

Iyakanas tain dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan


Akhlak kita kepada Allah dengan meminta kpdNya.

Akhlak adalah buah dr aqidah dan ibadah.


8. Doa disepanjang jalan pendidikan

Minta kepada Allah utk dibantu menutupi kekurangan kita. Doa punya kekuatan yg dahsyat yg bs menyelesaikan masalah yg tdj bs kt selesaikan. 

Tidak ada yg sulit bg Allah.


9. 3 jenis manusia hasil pendidikan

‘Allazina an amta Alaihim yg diberikan nikmat

Al maghdub yg dimurkai

Ad dallin  yg sesat


Org yg punya ilmu tp tdk mengamalkannya ini yahudi

Org yg beramal tp tdk punya ilmunya- nasarah

Maka inilah yg hrs dihindari.

Maka yg dpt nikmat adalah mereka yg berilmu dan beramal.


10. Pendidikan dgn pola dan keteladanan

Ihdinas siratalmustakim


Untuk tahu jalan lurus kt harus tahu jalan org2 trdahulu dan inilah sejarah.

Sejarah menbuka contoh org2 yg dimurkai dan org2 sesat. 

Maka benar sj jika isi Qur’an ini 1/3 nya sejarah. 

Dr sana kt bs tahu cr menjadi org2 pilihan yg diberi nikmat oleh Allah.

Jumat, 25 November 2016

Pemuda



Apa jadinya dunia ini tanpa pemuda?
Siapa lagi yang diharapkan mampu mendobrak benteng-benteng yang angkuh?
Siapa pula yang akan meneriakkan kata-kata telak yang menundukkan kepongahan sang tiran?

Atau sekedar mengetuk hati-hati tetua untuk sadar akan gentingnya posisi kita, atau terdesaknya kita pada jurang kebinasaan.

Lalu membawa bangsa ini kepada kebangkitan sesungguhnya. MERDEKA! Ya, kemerdekaan yang selama ini masih sebuah imaji.

Kemerdekaan yang justeru menyesakkan dada, menghimpit hidup, menyusahkan setiap jiwa.

Tak ada yang lain, yang ditunggu aksinya di sebuah peradaban jahil lagi destruktif, ialah PEMUDA yang di kepalanya berkecamuk ide-ide cemerlang tentang kebangkitan, perbaikan, perwujudan peradaban baru yang gemilang.

Rabu, 27 April 2016

Kasih Kami

Kasih Kami

Betapa inginnya kami agar umat ini
mengetahui bahwa mereka lebih
kami cintai dari pada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Atau menjadi harga diri bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap
seperti ini selain rasa cinta yang
telah mengharubirukan hati kami,
menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan
bencana yang mencabik-cabik umat ini,
sementara kita hanya sanggup menyerah
pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.

Sungguh, kami berbuat di jalan Allah
untuk kemaslahatan seluruh manusia;
lebih banyak dari apa yang kami lakukan
untuk kepentingan diri kami.

Kami adalah milik kalian, wahai saudara-saudara tercinta.
Meskipun sesaat, kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian.
- Hasan Al-Banna

Selasa, 02 Februari 2016

Nilai Perjuangan


Nilai Perjuangan

Arti sebuah perjuangan tidak bisa didapatkan dari buku-buku ataupun perkataan para ulama. Namun dari pahit getirnya pengorbanan. -Sayyid Qutb

Hey kawan, apa menurutmu arti sebuah perjuangan?

Saat kau misalnya, di tengah kesibukanmu sebagai seorang akademisi, harus meluangkan waktu-waktu istirahatmu untuk turut andil dalam perjuangan membebaskan bangsa ini.
Saat kau misalnya harus merasakan getir dan gundah saat orang-orang yang kau ajak beramal ma'ruf tak kunjung tergerak. 
Saat kau misalnya harus diguyur hujan atau dibakar matahari saat menunaikan amanah perjuanganmu.
Saat kau misalnya harus tidur larut malam dan bangun di pagi buta untuk memastikan acara perjuanganmu berjalan dengan maksimal.
Saat kau bahkan harus berpanas-panasan di jalanan hanya untuk sekedar menggertak rezim yang semena-mena.
Saat kau harus membuang malumu berjualan apa saja untuk menutupi dana kegiatanmu yang kurang
Saat kau harus ke sana- ke mari mengisi lingkaran-lingkaran kecil, bercuap-cuap, atau berkhutbah tanpa gaji sepeserpun. 
Apa arti semuanya bagimu kawan?

Hey kawan, mengapa kita harus berjuang?

Saat orang-orang sebaya kita memilih berleha-leha dengan dunianya. Saat kita bisa saja memilih ikut dalam arus hedonisme. Lalu mengapa kita turut berbaris dalam perjuangan ini. Padahal, boleh jadi semua yang kita senangi direnggut olehnya. Dari waktu tidur kita, waktu belajar kita, waktu-waktu bermain kita bersama teman-teman, ataukah waktu berkumpul kita bersama keluarga. Mengapa kawan? 
Saat yang kau dapat dari perjuangan itu tak ada yang berwujud atau bermateri. Bahkan kau harus merelakan kulitmu yang cerah itu dipanggang matahari, dompetmu yang dulu tebal berisi pecahan uang berkopiah kini raib oleh acara-acara perjuanganmu, pun segala kesenangan dunia dewasamu habis ditelan perjuangan. Jalan yang kau pilih. 
Mengapa kawan?

Hey kawan,  pernahkah kau bersedih dalam perjuangan ini?

Saat engkau bahkan harus mendorong motormu pulang ke rumah karena uang bensin yang kau punya telah kau wakafkan untuk dakwah perjuanganmu.
Saat engkau bahkan harus mengikhlaskan hanya makan sehari untuk memastikan peserta acara perjuanganmu tetap bisa makan dengan lahap.
Saat engkau tertunduk sedih, kulihat jalur air mata di kedua pipimu, saat daurah yang kau harap bisa berjalan maksimal hanya dihadiri oleh dua-tiga pasang mata.
Saat teman yang kau harap dapat membantumu tak kunjung hadir di depan mata.
Saat kelelahan dan kesedihanmu hanya dibayar dengan ejekan dan cemohan.
Lalu mengapa engkau tetap berjuang?


Hey kawan, seberapa besar kadar perjuangan harus kita tanam di jiwa?

Saat orang-orang bahkan muak melihat tingkah kita. 
Menganggap turun ke jalan sebagai aksi sia-sia. 
Mengkerdilkan langkah-langkah kita yang murni. 
Atau menghardik kita dengan kata-kata kasar. 
Atau bahkan menciutkan nyali kita dengan mengancam DO atau tak dapat lagi melanjutkan perkuliahan di manapun. 
Maka sebesar apa kadar perjuangan yang kau punya? 
Yang tak membuatmu bergeming sedetikpun, tak ciut barang setitikpun, tak gentar walau sesenci pun.

Kawan, ajari aku cara berjuang.
Sebab jiwaku rapuh, 
kadang kumemilih untuk mundur
kadang kubahkan tak tidur untuk perjuangan ini

Kawan, temani aku dalam langkah perjuangan ini
Sebab tanpamu,
kadang kumati kutu
kadang kumeradang dalam kefuturan.

Semoga Allah menguatkan langkah-langkah kaki kita dalam perjuangan. 


Senin, 01 Februari 2016

Teruntuk Saudaraku, Hasbi.


Selamat berjuang akhi.
Allah memilih antum bukan tanpa sebab
Yakini itu dalam-dalam
Hayati.
Bahwa Allah menaruh dakwah kammi poltek di pundak antum
Maka sandarkan semua hanya padaNya
Dari peluhmu nanti, lelahmu, sakitmu, perihmu, hanya mengadu padaNya
Dakwah ini tak pernah merujuk pada jumlah
Maka jangan menakar kekuatan kalian dari jumlah kalian yang berbilang jari
Jangan pernah akhi . . .
Katakan pada diri kalian.
Jika ada 1000 mujahid, engkaulah satu diantaranya
Jika ada 100 mujahid, engkau adalah satu diantaranya
Kalaupun hanya ada 10 mujahid, engkau tetap satu di dalamnya
Jikapun hanya ada 1 mujahid, engkaulah orangnya
Memang dakwah ini akan merenggut semuanya darimu.
Jangan bersedih.
Serahkan semuanya
Dari waktu tidurmu, dari waktu bermainmu atau bersantaimu
Saya selalu percaya bahwa antum lebih kuat dari yang orang lain lihat
Saya selalu percaya antum dapat memimpin teman-teman seperjuangan antum
Jangan pernah melihat dari jumlah pasukanmu
Ali bin abi thalib dgn kaki pincang dpt merobohkan benteng yg lazim dirobohkan oleh 20 org lebih
Umar pernah mengirim 3 org pejuang yang setara 3000 orang
Nabi Ibrahim sebanding dgn seluruh ummat
Dalam perang, dgn jumlah yg sdikit pasukan kaum muslimin dapat menang 
Allah lah yg menakar kadar kekuatan kaum muslimin dari kualitas mereka
Maka upgrade diri antum dan pasukan antum
Sebagaimana Sang Penakluk Konstantinopel menjaga dan meningkatkan kualitas ruhiyahnya
Saya percaya pada antum. 
Selamat berlayar Kapten.
Bawalah bahtera antum kpd kemenangan Islam dan dakwah di PNUP.

Dua Mata Bawa Pilu

Dua Mata Bawa Pilu

Dua mata bawa pilu
Satu sesak, 
Satu terpaku, terpasung, sedu
Lemah, nanar, rapuh

Dua tangan rada rengsa, lesu
Kasar, kerimut, gosong disiksa matahari
Tulang gemalai, ditempel daging sisa
Ruai, lumpuh ataukah sudah mati

Dua kaki renta, merangkak ke sana-sini
Getir, bukan mudah memaku bumi
Membuat langkah satu-dua
Sedang sendi sudah habis termakan hari

Badan lidi, persis sisa tulang
Larut dalam bungkuk, rukuk, tunduk
Menatap kosong di balik jendela
Lesu, ataukah lelah menunggu

Oh Ibu, dua matamu selalu sendu
Lalu dunia tanya padamu
Apa sakit-tersakit dari yang paling sakit?
Tapi kau hanya buang muka tanpa senyum sedetikpun
Oh Ibu, apa gerangan yang membuatmu gundah
Sekali lagi dunia tanya padamu
Apa sakit-tersakit dari yang paling sakit?
Kali ini kau malah terseok-seok bangkit tanpa satu katapun

Oh Ibu, teramat sakitkah bagimu sebuah perpisahan?
Selelah itukah menunggu sebuah pertemuan?

Itukah sakitmu Ibu?
Sakit yang paling kronis kau rasakan?
Sampai-sampai melumat habis dagingmu,
Menghabiskan sampai rintik terakhir air matamu,
Sampai-sampai kering betul tulang-belulangmu,

Oh Ibu, maka durhaka betul perantauan anakmu ini
Oh Ibu, durhaka betul perpisahan tempo hari
Sampai tega memilukanmu hingga hampir mati
Sampai lupa berkabar surat padamu
Sampai-sampai melenyapkan senyummu
Sampai kedua matamu penuh oleh pilu.

*Maafkan kami Ibu, anak-anakmu yang tak tahu diri.
*Tuhan, jangan jauhkan surga dari langkah kami.

Makassar,  hujan deras kemarin, 19 Desember 2015