Kamis, 22 Januari 2015

Catatan Perenungan 2



Mencintai Jalan ini.
             

                Kesempurnaan sebuah cinta terletak pada orientasinya dan sebaik-baik cinta adalah yang bertaut karena Allah. Cinta dari Allah kita tebar ke bumi hingga menjelma amal. Bisa menjadi kepedulian terhadap kaum terpinggirkan, menjadi sedekah bagi ia yang membutuhkan, menjadi nasehat bagi ia yang lemah, menjadi obat bagi sesiapa yang kesakitan. Begitulah kuasa Cinta dariNya. Luar biasa memang. 
             Saat yang lain menganggap cinta dalam artian sempit, bahwa cinta adalah wujud dari pemuasan nafsu duniawi, maka hadirlah ke muka bumi aktivitas pacaran, sayang-sayang palsu. Namun kita memilih jalan berbeda, terjal dan berliku, sangat jauh dari kata nyaman. Ialah jalan dakwah ini. Memang sulit untuk dimengerti mengapa memilih jalan ini, jalan para pejuang, jalan di mana Rasulullah mencurahkan segenap hatinya, jiwanya, raganya, waktunya, serta bersedia menanggung beban yang begitu berat. Tak ada alasan yang lebih kuat melebihi Cinta. Cinta Rasul kepada sang Pencipta.
           Maka menjadi perenungan atas Cinta yang masih tanggung atas jalan ini. Atas cinta yang masih setengah matang ini. Jadikan jalan ini menjadi takdir kita yang terindah, bagaimanapun beratnya amanah yang harus ditanggung di dalamnya. Bagaimanapun sakit yang harus diderita. Sebab Cinta pada dakwah ini akan dijaga oleh Allah, disaksikan para malaikatNya, juga RasulNya yang tersenyum bahagia menyaksikan kita menjaga keberlangsungan dakwah ini.
 

            Tetaplah pada jalan ini. Jalan para pejuang-pejuang Al-Haq