Mimpi, asa, rasa, dan dunia yang serba imaji. Serta cinta yang tak kunjung tersampaikan.
Rabu, 13 Januari 2016
T A K D I R
Sehebat itu takdir Allah.
Tak ada yang serba kebetulan. Saya selalu percaya.
Jika Allah telah jauh hari menuliskan dengan lautan penanya takdir pertemuan.
Maka tak pernah ada yang bergeser, seperti daun yang jatuh berguguran di satu titik tepat lalu dihempaskan angin. Semuanya sempurna di tanganNya.
Seperti saat Allah menakdirkan seorang Muin bertatap muka denganmu, wahai lelaki yang penuh ghiroh.
Tak ada yang meleset, termasuk perpisahan kita hari ini. Allah telah menyelipkan banyak hikmah dan pelajaran dari rentang waktu yang singkat ini. Tak pernah kudapat pelajaran tentang semangat perjuangan dari buku2 pelajaranku, semuanya kulihat langsung darimu kawan. Tak pernah kudapat pelajaran ttg pengorbanan, lalu kulihat perihmu dan kukatakan seperti itulah pengorbanan. Tak pernah kudapat pelajaran ttg kesabaran dari buku2 tebal, lalu kusaksikan kau menahan amarahmu dalam sabar lalu dengan itu aku belajar. Tak pernah kudapati pelajaran ttg kecintaan pada dakwah, kecintaan utk jadi lebih baik sebelum engkau menunjukkan cinta itu. Singkat betul pertemuan ini ya Allah.
Seperti pertemuan lebah dan putik bunga mungkin. Atau seperti pertemuan api dan lilin. Singkat namun berkesan. Semoga Allah mengekalkan ikatan kita dalam ukhuwah meski jarak berbilang ratusan bahkan ribuan kilometer.
Muin 2016, selamat jalan kawanku, Muhammad Tri Aditya. Allah membersamai langkahmu,ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ yang mencintaimu lillahi ta'ala.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar