Selasa, 04 November 2014

Catatan Perenungan





Adakah Dakwah ini meletihkanmu Akhi?
             

                Saat amanah sudah semakin berat, terasa membebani pundak hingga menyakiti urat leher. Begitulah Dakwah ini melatih kita dengan caranya, ditantang untuk menanggung beban yang berat dari amanah-amanah perjuangan, dari waktu kita yang amat sempit, dari urusan-urusan dunia kita yang juga sama-sama menuntut untuk ditunaikan.

              Begitulah harakah ini menuntun kita untuk turut andil dalam kegiatan-kegiatan amal jama’I, berkontribusi penuh pada agenda-agenda dakwah, ikut menanggung beban dakwah ini. Tak ada kata mundur dalam barisan ini, sebab Allah menegaskan dengan janji surge-Nya sebaik-baik balasan atas keletihan ini, atas keringat yang bercucuran bersama peluh. 
                 Allah-lah tempat kita menggantungkan semua harapan dari perjuangan ini, Allah tempat kita mengeluh atas semua keletihan yang kita rasakan selama ini, dan Allah pula tempat kita berpasrah lalu menghadapNya menjadi tempat beristirahat paling nyaman.  Sebab kita tahu, syuhada di jalanNya menjadi istirahat terbaik kita atas semua kelelahan ini.






Selasa, 19 Agustus 2014

Muslim Baru

Muallaf Laos-Thailand
Catatan Perjalanan Tiga Negara-

Tak pernah kusaksikan sebelumnya ada semangat dengan tekad membara seperti mereka. Wajah polosnya tulus menggambarkan keikhlasan mempelajari agama ini. Masih belia keislamannya, namun ia telah mempraktekkan dengan cakap makna Ikhlas. Bacaan Al-Qurannya masih terbata-bata, namun Allah-lah yang menuntunnya. Membuka hatinya untuk mulai melatih lidahnya berucap kalimat Allah. Bibirnya masih bergetar hebat saat mulai melafadzkan Alif, Ba, Ta. Namun semuanya adalah proses bukan. Aku yakin Allah membersamai langkah mereka, duduk mereka mengaji, baring mereka berdzikir, dan setiap gerak-geriknya mempelajari agama ini.

Kamis, 31 Juli 2014

LongTrip : Doa yang diijabah





 ” Berdoalah, (mintalah) kepada KU, Niscaya akan kukabulkan untukmu ( QS AL-Mukmin’60)
Adalah keniscayaan yang menggugurkan segala keraguan kita terhadap sang Maha pengabul Doa.  Tak boleh ada keraguan barang setitik kepadaNya. Termasuk perjalanan spiritual sebulan ini adalah buah dari kekuatan Doa dan keyakinan. Makassar-Malaysia-Thailand-Laos-Malaysia-Makassar menjadi rute perjalanan keyakinan hati dari sebuah Doa yang diijabah. Bahwa kelak Aku akan menginjakkan kaki di belahan bumi Allah yang lain. Maka firman Allah menjawab semuanya sekali ucap "Kun". Maka semua menjadi nyata. Terima kasih ya Allah, terima kasih Ust. Luthfi.

Depan Mesjid Al-Markaz Pattani

Check Rute Backpaker

Singgah berteduh, panas bro. Lebih panas dari Makassar

Bersiap Naik kereta untuk perjalanan dua hari ke utara Thailand, Nongkai.

Akuarium Raksasa Nongkhai

Di belakang itu adalah sungai perbatasan Laos-Thailand

Ditengah Sungai ada pusaran gelombang, konon ada candi raksasa di dasar sungai

Taman bunga, cantik sekaliiii

Phufoiloom


Selasa, 29 Juli 2014

Kece' Melayu Pattani


Di pintu gerbang Fatoni University


Bahasa Melayu Pattani dikenal dengan sebutan Yawi atau bahasa Jawi. Kalau saya sih bilangnya agak mirip logat betawi, ada bugisnya, beda tipis dengan bahasa melayu Malaysia. Hehehe . .
Kece' itu berarti bercakap atau berbicara.
Orang Pattani memegang teguh bahasa leluhur mereka dan tetap mempelajari dan menguasai bahasa Thailand.

Makan = Make
Minum = Minum juga ji
Tidur = Tidu
Pergi = Pigi
Sikat = Sike
Banyak = Banyo
Cantik = Mole'
Puasa = Puaso
Buka = Buko
Motor = Mutu
Mobil = Keto (Berasal dari kereta *melayu)

Senin, 28 Juli 2014

Lebaran yang tak biasa

Save Palestine-setelah shalat ID

Bersama Keluarga Ust. Luthfi
Ramadhan penuh kejutan, ditutup Lebaran yang tak biasa. Ada sedih, juga gembira. Lebaran di negeri orang menjadi catatan perjalanan tersendiri. Malamnya sempat menangis karena kerinduan (home sick) serasa ingin membuka pintu ajaib doraemon menuju rumah kesayangan. Namun itu episode yang tak mungkin ada. Aku sekarang di sini, di Pattani. Entah apapun kebiasaan orang berlebaran di sini akan kuhadapi. Juga tentang kesedihan berlebaran di Palestina. Teramat menyedihkan. Semoga mereka yang mati bergelar syuhada, lalu yang hidup dapat bertahan dan berlebaran dengan senyum yang merekah. Aamiin .

Oh iya, bentuk ketupat di sini berbeda dan berukuran kecil dan lucu. Tak ada opor ayam :(. Adanya gulai kambing dicocol roti. Harus kuat hadapi makanan di sini :D bisa-bisa berat badan naik coyyy

Sabtu, 26 Juli 2014

10 Terakhir Bulan Cinta

 Setelah sehari berjalan mengelilingi kota Pattani kami memutuskan untuk I'tikaf di mesjid Pakistan yang terletak di tengah kota Pattani.















Rabu, 23 Juli 2014

Pattani dan Petani

Simbol Perlawanan Rakyat

       Ya Allah terima kasih atas hadiahMu di bulan penuh berkah ini. Perjalanan menakjubkan Malaysia- Hat Yai, lalu Hat Yai- Pattani, Thailand. Sungguh Allah penuh kejutan. Perjalanan menempuh waktu 8 jam untuk sampai ke Hat Yai menggunakan Bus. Tak ada jalanan dengan "lesung pipi" semuanya mulus. Dan Lancar, tak ada macet sedikitpun. Lalu dari Hat Yai naik minibus untuk sampai ke Pattani, daerah mayoritas muslim di Thailand. Allahu Akbar. Negeri hasil tani yang amat kaya. Negeri Petani. Memang itu asal kata Pattani. Simbol Meriam adalah simbol perlawanan atas penjarahan militer thailand yang bersekongkol dengan Inggris pada masa silam. pattani sejatinya merupakan negeri melayu di perbatasan Malaysia. Muslim Tulen. Namun penghianatan Militer Thailand, padahal pattani telah membantunya melawan kamboja(kalau tidak salah ingat). Justeru dibalas dengan penjajahan bersama Inggris. Maka jadilah pattani bagian dari Thailand

         Tak seperti di Indonesia, di sini sangat dapat dibedakan muslim dan non muslim. Dari pakaiannya, semua muslimah akan terlihat memakai Jilbab. Sungguh luar biasa. Tak ada keraguan pada muslimah untuk tidak mengenakan hijab. Berbeda jauh dengan muslimah di Indonesia yang masih ada yang enggan berjilbab.

          Pertanian merupakan mata pencaharian mayoritas rakyat Pattani. Kelihaian dan ketekunan menghasilkan produk-produk alam yang luar biasa berkualitas. Dari Beras terbaik, langsat termanis, durian montong, dan banyak sekali sayur-mayur segar dan buah-buahan bergizi tinggi. Negeri ini amatlah subur. Subhanallah.