Minggu, 29 Maret 2015

17 Tahun: Sebuah Penegasan

Meleburkan diri
17 tahun: Sebuah Penegasan. Bahwa KAMMI akan terus mengabdi untuk negeri. Bahwa KAMMI tidak akan melewatkan satu kebijakan pun. Bahwa KAMMI akan tetap pasang mata, keraskan suara, menggoreskan pena, turun ke masyarakat, pasang telinga, bahkan pasang badan demi Indonesia. Rangkaian jejak ‪#‎KAMMIUntukIndonesia‬.
‪#‎KAMMI‬'sDay ‪#‎ReuniAkbar‬ #KAMMI ‪#‎SeSulsel‬

Sabtu, 21 Maret 2015

Edisi Berbagi

Penyuluhan Sikat Gigi

Rangkaian Milad KAMMI
               Berbagi. Satu kata dengan imbuhan Ber- . Singkat namun penuh makna. Dengan berbagi justeru akan memperkaya diri. Mantap betul agama ini mengatur semuanya. Ada paragraf bijaksana mengatakan bahwa jika ingin bahagia sejenak maka bermainlah sepuasnya. Jika ingin bahagia seharian maka memancinglah seharian. Namun jika ingin bahagia selamanya dan membuat orang ikut berbahagia maka berbagilah.
                Maka berbahagialah saat Allah memberi kesempatan berbagi. Karena saat senyum-senyum merekah dari wajah-wajah mereka, ada kebahagian tersendiri, yang sulit dijelaskan. Semacam vitamin untuk terus menebar senyum.
*Catatan perjalanan

Kamis, 12 Februari 2015

Penjaga Al- Aqsho







Jundi-jundi Al-Quds


Jarak tak akan pernah menghalangi Cinta bertemu, hati berlabuh.

Maka ketika mereka mencintai Aqsho dengan menjaganya menggunakan jasad mereka, jiwa mereka, bahkan nyawa mereka. Maka kita menjaganya dari sini, Indonesia. Tak ada masalah pada jarak. Cinta ini tetap sampai kepada Al-Aqsho tercinta beserta pelindungnya di sana. Walau tetaplah Allah menjadi pelindung terkuat, Dialah yang Maha.


Selasa, 03 Februari 2015

Menyelami Kebersamaan

Bira Beach



Setelah semua tugas tertunaikan, dapatlah kita melepas penat setelah sekian lama terkekang oleh setumpuk tugas yang membosankan, membuat kepala pening, dan galau karena libur tak kunjung terlihat batang hidungnya. Perjalanan seharian ditempuh demi menikmati panorama pantai Bira, Bulukumba. Perjalanan yang cukup melelahkan, namun dihibur dengan indahnya kota Bantaeng, tegar berdirinya Gunung Lompo Battang, takzim. Sebuah kesyukuran yang teramat dalam. Dan . .
        Welcome to Bira and Bara Beach. Luar biasa menakjubkan. Allah memang Maha Kreatif.

Kamis, 22 Januari 2015

Catatan Perenungan 2



Mencintai Jalan ini.
             

                Kesempurnaan sebuah cinta terletak pada orientasinya dan sebaik-baik cinta adalah yang bertaut karena Allah. Cinta dari Allah kita tebar ke bumi hingga menjelma amal. Bisa menjadi kepedulian terhadap kaum terpinggirkan, menjadi sedekah bagi ia yang membutuhkan, menjadi nasehat bagi ia yang lemah, menjadi obat bagi sesiapa yang kesakitan. Begitulah kuasa Cinta dariNya. Luar biasa memang. 
             Saat yang lain menganggap cinta dalam artian sempit, bahwa cinta adalah wujud dari pemuasan nafsu duniawi, maka hadirlah ke muka bumi aktivitas pacaran, sayang-sayang palsu. Namun kita memilih jalan berbeda, terjal dan berliku, sangat jauh dari kata nyaman. Ialah jalan dakwah ini. Memang sulit untuk dimengerti mengapa memilih jalan ini, jalan para pejuang, jalan di mana Rasulullah mencurahkan segenap hatinya, jiwanya, raganya, waktunya, serta bersedia menanggung beban yang begitu berat. Tak ada alasan yang lebih kuat melebihi Cinta. Cinta Rasul kepada sang Pencipta.
           Maka menjadi perenungan atas Cinta yang masih tanggung atas jalan ini. Atas cinta yang masih setengah matang ini. Jadikan jalan ini menjadi takdir kita yang terindah, bagaimanapun beratnya amanah yang harus ditanggung di dalamnya. Bagaimanapun sakit yang harus diderita. Sebab Cinta pada dakwah ini akan dijaga oleh Allah, disaksikan para malaikatNya, juga RasulNya yang tersenyum bahagia menyaksikan kita menjaga keberlangsungan dakwah ini.
 

            Tetaplah pada jalan ini. Jalan para pejuang-pejuang Al-Haq




Selasa, 04 November 2014

Catatan Perenungan





Adakah Dakwah ini meletihkanmu Akhi?
             

                Saat amanah sudah semakin berat, terasa membebani pundak hingga menyakiti urat leher. Begitulah Dakwah ini melatih kita dengan caranya, ditantang untuk menanggung beban yang berat dari amanah-amanah perjuangan, dari waktu kita yang amat sempit, dari urusan-urusan dunia kita yang juga sama-sama menuntut untuk ditunaikan.

              Begitulah harakah ini menuntun kita untuk turut andil dalam kegiatan-kegiatan amal jama’I, berkontribusi penuh pada agenda-agenda dakwah, ikut menanggung beban dakwah ini. Tak ada kata mundur dalam barisan ini, sebab Allah menegaskan dengan janji surge-Nya sebaik-baik balasan atas keletihan ini, atas keringat yang bercucuran bersama peluh. 
                 Allah-lah tempat kita menggantungkan semua harapan dari perjuangan ini, Allah tempat kita mengeluh atas semua keletihan yang kita rasakan selama ini, dan Allah pula tempat kita berpasrah lalu menghadapNya menjadi tempat beristirahat paling nyaman.  Sebab kita tahu, syuhada di jalanNya menjadi istirahat terbaik kita atas semua kelelahan ini.






Selasa, 19 Agustus 2014

Muslim Baru

Muallaf Laos-Thailand
Catatan Perjalanan Tiga Negara-

Tak pernah kusaksikan sebelumnya ada semangat dengan tekad membara seperti mereka. Wajah polosnya tulus menggambarkan keikhlasan mempelajari agama ini. Masih belia keislamannya, namun ia telah mempraktekkan dengan cakap makna Ikhlas. Bacaan Al-Qurannya masih terbata-bata, namun Allah-lah yang menuntunnya. Membuka hatinya untuk mulai melatih lidahnya berucap kalimat Allah. Bibirnya masih bergetar hebat saat mulai melafadzkan Alif, Ba, Ta. Namun semuanya adalah proses bukan. Aku yakin Allah membersamai langkah mereka, duduk mereka mengaji, baring mereka berdzikir, dan setiap gerak-geriknya mempelajari agama ini.