Sabtu, 21 Desember 2013

Sepucuk Surat untuk MR



   

Aku tak tahu harus memulai dari mana yang pasti engkaulah kontraktor yang membangun kehangatan ini. Sejak pertama kali kami melihatmu, dengan senyuman khasmu engkau memenuhi mata-mata kami, raut wajahmu yang tulus, keikhlasan kakimu dalam melangkah, engkau kemudian masuk ke dalam kehidupan kami, memulai mengisi hari-hari kami dengan pribadimu yang sungguh menawan.
            Sungguh, sejak pada pandangan pertama kami denganmu, sejak pertama kali kita melingkar cinta itu sudah ada akh. Sejak pertemuan pertama kita dalam tarbiyah ini, sejak kita duduk bersama untuk pertama kalinya, aku merasakan getaran cinta itu, aku merasa sesuatu yang hebat dan menakjubkan menghampiri kehidupan kami.
            Akhi, sungguh sepanjang perjalanan dakwah ini, sepanjang kebersamaan kita, bagiku hanya satu hal yang engkau ajarkan pada kami, satu hal yang begitu kuat dan mewakili segalanya. Adalah tentang cinta, yaa . . hakikat tentang cinta yang kau tuturkan setiap saat, tentang kedahsyatan cinta yang mengisi hati-hati labil kami, tentang kekuatan cinta yang melebihi ganasnya ombak, kekuatan cinta yang melebihi guncangan gempa, kekuatan cinta yang melumpuhkan panasnya api, dinginnya air. Kau yang mengenalkan lingkaran cinta kepada kami.

            Bahunya gemetaran cukup hebat, sesekali iya menyeka air matanya, namun lebih banyak bulir-bulir yang berjatuhan, ia melanjutkan tulisannya . .
            Akhi engkau mengajarkan seluruhnya tentang sucinya cinta. Tentang bagaimana mencintai Allah dengan sepenuh hati. Tentang mencintai Rasulullah dengan menghidupkan sunnah-sunnahnya. Tentang bagaimana mencintai orang tua kami dengan semangat birrulwalidain. Akh, aku sungguh tersentuh saat engkau mengajarkan kami untuk mencintai amal-amal yaumiah. Untuk mencintai shalat berjamaah, mencintai Al- Qur'an, mencintai puasa senin-kamis, mencintai dengan sebenar-benarnya cinta terhadap dakwah. Engkau pula yang menyadarkan kami untuk cinta kepada tarbiyah dan mengabdikan diri di dalamnya.
            Akh, memang di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi yang kurasa engkau begitu cepat pergi walau tak begitu jauh, namun kesibukanlah yang membuat kita sulit bersua. Mungkin surat ini mewakili peasaan cinta dan bangganya kami kepadamu. Terima kasih banyak atas tarbiyah cinta yang kau ajarkan, teruslah menjadi penghubung lingkaran-lingkaran, teruslah menjadi penerang di dalamnya.
Untukmu murobbi nomor satu, dari mutarabbimu yang labil.

Rabu, 23 Oktober 2013

Negeri Hijau

Potret Perjalanan- Sarapan di Alam

Merenungi NikmatNya
            Tak ada yang bisa ditaklukkan atas kuasaNya. Bahkan jika gunung berhasil kita taklukkan, Allah sendiri yang menaklukkan kita karena selalu ada yang lebih tinggi. Dari sini kita menyadari banyak hal terkait penciptaan. Betul saja jika beban Rasul sangat berat, jika ditimpakan kepada gunung maka hancur lebur gunung karena tak sanggup menerima amanah dakwah Islam ini.
           Dari perjalanan yang saya anggap "spritual" ini saya takjub atas beberapa hal, terutama atas negeri di atas awan ini. Allah telah menciptakannya sedemikian rupa sehingga tampak luar biasa megah. Masya Allah. Sungguh tak ada yang Maha kecuali Engkau.

Rabu, 02 Oktober 2013

Mimpi yang terlupa




Negeri ini tak seperti mimpi-mimpi mereka yang bergerak saat yg lain terdiam, yang diam berpikir saat yg lain terlelap, yg baru terlelap disisa-sisa kantuk yg menguap dan yang sudah terbiasa menyelinap diantara nederlaner2 serakah. Dzikirnya tak terputus, ikhtiarnya seikhlas langkah senyapnya, ibadahnya tak ujub, tak terhitung, doanya menggema di relung-relung jiwanya, lalu setiap kata yang terucap menyeru kepada jihad atas kemerdekaan bangsa ini.
Maafkanlah kami yang tak mampu menjaga mimpi kalian. 
Maafkan pemimpin kami yang mungkin lupa akan mimpi kalian.

Maafkan kekhilafan dan kealpaan kami.

Selasa, 01 Oktober 2013

Senja Esok


Senja, selalu begitu kah?
kamu pun begitu kah?
menyakiti hati sesiapa yang mencintaimu
Terlalu pedih, perih . .
Saat semburat orange-kuningmu merekah
Spekterum warna yang megah
Saat garis laut memotong suryamu
Paduan warna samudera, unik
Kamu melenakan setiap jiwa
Melemahkan setiap hati yang sudah telanjur sakit
Pun Aku, pengagum yang mengharapmu !!

Lamat-lamat kutelan ludah pahit
sudah biasa katamu . .
Ini tak seperti duniamu
Berselang beberapa menit lalu menghilang
datang besok pun begitu
datang lusa pun begitu
datang membilang hari, minggu, bulan
Bahkan tahun-tahun berganti
tetap seperti itu,
Lalu Aku yang setia menatapmu
Menunggu seuntai kata.
walau berbisik
Mohon temani Aku
dalam kegamangan yang tak berkesudah
Walau hanya isyarat hangat ronamu

Senja, engkau tetap sama kan?
Di posisi tatapanku dan tatapannya?
Kami memandangmu berjauhan, kan?
Mohon pantulkan pilu ini padanya
lewat bola mata yang telanjur basah
Sampaikan bersama hangatnya cintamu
Sampaikan kepadanya
bahwa tak ada sakit yang tak biasa
Sebiasa senja-malammu .

Senja, sepertimu yang hanya sekejap
memamerkan persona lalu tenggelam
pun Dia. Angkuhnya menebar cinta
Lalu pergi menghilang
Sampaikan kekecewaan hati ini
dalam hangat-menyengatnya pancaranmu.
Sengat dia pelan
Bisiki rindu ini sendu
Dari tempat berpijak ini Aku menunggunya
Entah sampai senja keberapa
Mungkin senja esok
Tak berbilang waktu. 

Sabtu, 21 September 2013

Palestinaku



Tidak harus menjadi seorang muslim untuk ikut merasakan duka palestina. Cukup menjadi seorang manusia. Karena yang terjadi di sana merupakan tragedi kemanusiaan yg terkeji yg pernah ada. Kini, yg tersisa dr perang ada banyak. Duka tak terbendung lagi, merelakan ribuan bahkan ratusan ribu mayat bukan hal yg mudah. Tapi lebih dr itu mereka harus bertahan dlm keterpurukan. Kebutuhan akan pakaian layak, air bersih, makanan, kesehatan dan sekolah untuk generasi harapan palestina. Bantu mereka dengan donasi terbaik kita smile emotikon

Rindu-rindu


Dan diantara rindu-rindu yang menyayat hati,
ada rindu yang tulus selalu membisiki
berharap dapat bersua
menyelami keberkahannya
menyusuri keindahannya
lalu mendapatkan manisnya
buah pertemuan
menepis rindu-rindu

Dialah bulan yang kucinta
Ramadhan . .
Saat riuh orang berkata
"Bulan yang hangat telah datang"
Aku pun kegirangan
hati ini berdebar-debar
bukankah ini yang kurindukan
sebelas bulan lamanya

Dialah Ramadhan Mubarak
Diantara bulan-bulan
yang Allah rekomendasi
agar hambanya mencurahkan segenap cinta
waktu, diri, komitmen dan harta
Gugup di antara gempita
mampukah diri ini
menjamu Ramadhan dengan maksimal

Dialah Ramadhan yang kunanti
walau masih menghitung hari
untuk memeluknya dengan erat
agar nanti Dia tak kecewa
jauh hari bersiap diri
jauhi silap dekat pada Al-Quran
jauhi ghibah dekat pada Dhuha
jauhi maksiat dekat pada Shalat

Semoga Allah mempertemukan kita.

Lirik Lagu Maher Zain - So Soon

Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name 
And I remember all the stories you told me 
I miss the time you were around (x2)
But I'm so grateful for every moment 
I spent with you'Cause 
I know life won't last forever

Chorus: 
You went so soon, so soon 
You left so soon, so soon
I have to move on 'cause 
I know it's been too long
I've got to stop the tears, keep my faith and be strong 
I'll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when 
I wake up you are goneGone so soon

Night and day, I still feel you are close to me 
And I remember you in every prayer that I make  
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same 
But I'm so thankful for every memory I shared with you
'Cause I know this life is not forever

CHORUS
There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn't help asking: “Why?” 
But I got through all the pain when I truly accepted 
That to God we all belong, and to Him we'll return, ooh

CHORUS
Lyrics: Bara Kherigi, Maher Zain & Mohamed El-KazazMelody & Arrangement: Maher ZainMixing: Ronny Lahti