Mimpi, asa, rasa, dan dunia yang serba imaji. Serta cinta yang tak kunjung tersampaikan.
Rabu, 02 Oktober 2013
Mimpi yang terlupa
Negeri ini tak seperti mimpi-mimpi mereka yang bergerak saat yg lain terdiam, yang diam berpikir saat yg lain terlelap, yg baru terlelap disisa-sisa kantuk yg menguap dan yang sudah terbiasa menyelinap diantara nederlaner2 serakah. Dzikirnya tak terputus, ikhtiarnya seikhlas langkah senyapnya, ibadahnya tak ujub, tak terhitung, doanya menggema di relung-relung jiwanya, lalu setiap kata yang terucap menyeru kepada jihad atas kemerdekaan bangsa ini.
Maafkanlah kami yang tak mampu menjaga mimpi kalian.
Maafkan pemimpin kami yang mungkin lupa akan mimpi kalian.
Maafkan kekhilafan dan kealpaan kami.
Selasa, 01 Oktober 2013
Senja Esok
Senja, selalu begitu kah?
kamu pun begitu kah?
menyakiti hati sesiapa yang mencintaimu
Terlalu pedih, perih . .
Saat semburat orange-kuningmu merekah
Spekterum warna yang megah
Saat garis laut memotong suryamu
Paduan warna samudera, unik
Kamu melenakan setiap jiwa
Melemahkan setiap hati yang sudah telanjur sakit
Pun Aku, pengagum yang mengharapmu !!
Lamat-lamat kutelan ludah pahit
sudah biasa katamu . .
Ini tak seperti duniamu
Berselang beberapa menit lalu menghilang
datang besok pun begitu
datang lusa pun begitu
datang membilang hari, minggu, bulan
Bahkan tahun-tahun berganti
tetap seperti itu,
Lalu Aku yang setia menatapmu
Menunggu seuntai kata.
walau berbisik
Mohon temani Aku
dalam kegamangan yang tak berkesudah
Walau hanya isyarat hangat ronamu
Senja, engkau tetap sama kan?
Di posisi tatapanku dan tatapannya?
Kami memandangmu berjauhan, kan?
Mohon pantulkan pilu ini padanya
lewat bola mata yang telanjur basah
Sampaikan bersama hangatnya cintamu
Sampaikan kepadanya
bahwa tak ada sakit yang tak biasa
Sebiasa senja-malammu .
Senja, sepertimu yang hanya sekejap
memamerkan persona lalu tenggelam
pun Dia. Angkuhnya menebar cinta
Lalu pergi menghilang
Sampaikan kekecewaan hati ini
dalam hangat-menyengatnya pancaranmu.
Sengat dia pelan
Bisiki rindu ini sendu
Dari tempat berpijak ini Aku menunggunya
Entah sampai senja keberapa
Mungkin senja esok
Tak berbilang waktu.
Sabtu, 21 September 2013
Palestinaku
Tidak harus menjadi seorang muslim untuk ikut merasakan duka palestina. Cukup menjadi seorang manusia. Karena yang terjadi di sana merupakan tragedi kemanusiaan yg terkeji yg pernah ada. Kini, yg tersisa dr perang ada banyak. Duka tak terbendung lagi, merelakan ribuan bahkan ratusan ribu mayat bukan hal yg mudah. Tapi lebih dr itu mereka harus bertahan dlm keterpurukan. Kebutuhan akan pakaian layak, air bersih, makanan, kesehatan dan sekolah untuk generasi harapan palestina. Bantu mereka dengan donasi terbaik kita smile emotikon
Rindu-rindu
Dan diantara rindu-rindu yang menyayat hati,
ada rindu yang tulus selalu membisiki
berharap dapat bersua
menyelami keberkahannya
menyusuri keindahannya
lalu mendapatkan manisnya
buah pertemuan
menepis rindu-rindu
Dialah bulan yang kucinta
Ramadhan . .
Saat riuh orang berkata
"Bulan yang hangat telah datang"
Aku pun kegirangan
hati ini berdebar-debar
bukankah ini yang kurindukan
sebelas bulan lamanya
Dialah Ramadhan Mubarak
Diantara bulan-bulan
yang Allah rekomendasi
agar hambanya mencurahkan segenap cinta
waktu, diri, komitmen dan harta
Gugup di antara gempita
mampukah diri ini
menjamu Ramadhan dengan maksimal
Dialah Ramadhan yang kunanti
walau masih menghitung hari
untuk memeluknya dengan erat
agar nanti Dia tak kecewa
jauh hari bersiap diri
jauhi silap dekat pada Al-Quran
jauhi ghibah dekat pada Dhuha
jauhi maksiat dekat pada Shalat
Semoga Allah mempertemukan kita.
Lirik Lagu Maher Zain - So Soon
Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around (x2)
But I'm so grateful for every moment
I spent with you'Cause
I know life won't last forever
Chorus:
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on 'cause
I know it's been too long
I've got to stop the tears, keep my faith and be strong
I'll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when
I wake up you are goneGone so soon
Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I'm so thankful for every memory I shared with you
'Cause I know this life is not forever
CHORUS
There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn't help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we'll return, ooh
CHORUS
Lyrics: Bara Kherigi, Maher Zain & Mohamed El-KazazMelody & Arrangement: Maher ZainMixing: Ronny Lahti
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around (x2)
But I'm so grateful for every moment
I spent with you'Cause
I know life won't last forever
Chorus:
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on 'cause
I know it's been too long
I've got to stop the tears, keep my faith and be strong
I'll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when
I wake up you are goneGone so soon
Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I'm so thankful for every memory I shared with you
'Cause I know this life is not forever
CHORUS
There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn't help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we'll return, ooh
CHORUS
Lyrics: Bara Kherigi, Maher Zain & Mohamed El-KazazMelody & Arrangement: Maher ZainMixing: Ronny Lahti
Berapa Lama?
Berapa lama engkau akan berada di jalan ini,
jika yg kau ikuti adalah tokoh,
jika yg kau cari adalah wanita,
jika yg membuatmu betah adalah sosok,
jika kau bergantung pada makhluk yg fana.
Berapa lama? Lalu kamu akan lari dari jalan para pejuang ini.
Ketika sang tokoh mulai khilaf,
Ketika wanitamu menjauh,
Ketika sosok-sosok itu mulai ingkar
Ketika mereka yang kau ikuti mulai bubar.
Hari ini juga, perbaharui niat.
Hari ini juga, hilangkan semua ketergantungan.
Hari ini juga, gantungkan semuanya hanya pada Allah.
Sebab Dialah yg kekal, yg akan membalas semua jerihmu, juga payahmu.
Dan semoga hanya maut yg memisahkan kita dari jalan ini.
Dan semoga hanya maut yang membatasi kita dari dakwah ini.
Dan semoga hanya maut yg membuat kita berhenti, beristirahat.
Dari semua lelah ini, letih ini, hingga Allah membalas semuanya dengan JannahNya.
Jumat, 20 September 2013
Surat Muhammad Beltaji pada Asmaa, Putrinya yang Syahid di Rabaa Al Adawiya
Putriku tercinta dan
guruku yang mulia.. Asma al-Beltaji, aku tidak mengucapkan selamat tinggal
padamu, tapi kukatakan bahwa besok kita akan bertemu lagi.
Kau telah hidup
dengan kepala terangkat tinggi, berjuang melawan tirani dan belenggu serta
mencintai kemerdekaan. Kau telah hidup sebagai seseorang yang diam-diam mencari
cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini, memastikan tempatnya di
tengah-tengah peradaban.
Kau tidak pernah
dijajah oleh perkara sia-sia yang menyibukkan para remaja se usiamu. Meskipun
pendidikan tidak mampu memenuhi aspirasi dan ketertarikan mu, kau selalu yang
terbaik di kelas
Aku tidak punya cukup
waktu untuk membersamaimu dalam hidup singkat ini, terutama karena waktuku
tidak memungkinkan untuk menikmati kebersamaan denganmu. Terakhir kali kita
duduk bersama di Rabaa Al Adawiya kau berkata padaku, “Bahkan ketika Ayah
bersama kami, Ayah tetap sibuk” dan kukatakan “Tampaknya bahwa kehidupan ini
tidak akan cukup untuk menikmati setiap kebersamaan kita, jadi aku berdoa
kepada Tuhan agar kita menikmatinya kelak di surga.”
Dua malam sebelum kau
dibunuh, aku melihatmu dalam mimpiku dengan gaun pengantin putih dan kau
terlihat begitu cantik. Ketika kau berbaring di sampingku aku bertanya,
“Apakah ini malam pernikahanmu?” kau menjawab, “Waktunya adalah di sore hari
Ayah, bukan malam”. Ketika mereka bilang kau dibunuh pada Rabu sore aku mengerti
apa yang kau maksud dan aku tahu Allah telah menerima jiwamu sebagai martir.
Kau memperkuat keyakinan ku bahwa kita berada di atas kebenaran dan musuh kita
berada pada kebatilan.
Aku merasa sangat
terluka karena tidak berada di perpisahan terakhirmu dan tidak melihatmu untuk
terakhir kalinya, tidak mencium kening mu, dan memiliki kehormatan untuk
memimpin shalat jenazah mu. Aku bersumpah demi Allah sayang, aku tidak takut
kehilangan nyawaku atau penjara yang tidak adil, tapi aku ingin membawa pesan yang
kau telah berkorban nyawa untuk-Nya, untuk menyelesaikan revolusi, untuk menang
dan mencapai tujuannya.
Jiwamu telah
dimuliakan dengan kepala terangkat tinggi melawan tiran. Peluru tajam telah
membelah dadamu. Yang menurutku luar biasa dan penuh dengan kebersihan jiwa.
Aku yakin bahwa kau jujur kepada Allah dan Dia telah memilihmu di antara kami,
memberimu kehormatan dengan pengorbanan.
Akhirnya, putriku
tercinta dan guru ku yang mulia… aku tidak mengucapkan selamat tinggal, tapi
aku mengucapkan sampai jumpa kita akan segera bertemu dengan Nabi kita tercinta
dan sahabat-sahabatnya di surga, dimana keinginan kita untuk menikmati
kebersamaan kita akan menjadi kenyataan. (piyungan)
__
NB: Asmaa Mohamed El Beltaji berusia 17 tahun dan adalah antara yang dibunuh pada tragedi berdarah di Medan Rab’ah (14/8/2013). Beliau adalah putri satu-satunya Mohammed El Beltaji, seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin
__
NB: Asmaa Mohamed El Beltaji berusia 17 tahun dan adalah antara yang dibunuh pada tragedi berdarah di Medan Rab’ah (14/8/2013). Beliau adalah putri satu-satunya Mohammed El Beltaji, seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin
Langganan:
Postingan (Atom)





Tidak ada komentar:
Poskan Komentar